Pages

wibiya

kl

Selasa, 09 November 2010

PEMUDA DAN SOSIALISASI


Tujuan Tujuan instruksional UMUM
Mahasiswa dapat memahami dan menghayati masalah – masalah kepemudaan

Tujuan Tujuan instruksional KHUSUS
Jelaskan pengertian pemuda
Jelaskan pengertian sosialisasi
Jelaskan internalisasi belajar dan sosialisasi
Jelaskan proses sosialisasi
Jelaskan peranan sosial mahasiswa dan pemudaan di masyarakat
Jelaskan pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi pemuda
Jelaskan 2 pengertian pokok pembinaan dan pengembangkan generasi pemuda
Tuliskan masalah – masalah generasi muda
Sebutkan potensi – potensi generasi muda
sebutkan tujuan pokok sosialisasi
pengembangan potensi generasi muda 

PENGERTIAN PEMUDA , SOSIALISASI DAN INTERNALISASI BELAJAR
pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani macam harapan. Terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus , generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasiyang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.
                Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan  (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Internalisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hari manusia , sejak manusia dilahirkan hingga akhir hayatnya , sepanjang hidupnya , manusia belajar untuk mengolah perasaah , harsat, nafsu dan emosi agar dapat membentuk kepribadian sesuai nilai – nilai dan pandangan hidupnya yang terjadi dalam masyarakat. Kebudayaab tidak diterima manusia sebagai warisan , tetapi melalui proses belajar yang terus berlangsung sepanjang hidupnya. 
               
PROSES SOSIALISASI
Menurut George Herbert Mead
George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.
-          Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejakmanusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.
-          Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)
-          Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain  secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman - temannya. Pada tahap ini lawan berinsteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
-          Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
Menurut Charles H. Cooley
Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut.
1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain.
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi di kelas dan selalu menang di berbagai lomba.
2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.
Dengan pandangan bahwa si anak adalah anak yang hebat, sang anak membayangkan pandangan orang lain terhadapnya. Ia merasa orang lain selalu memuji dia, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini bisa muncul dari perlakuan orang terhadap dirinya. MIsalnya, gurunya selalu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai lomba atau orang tuanya selalu memamerkannya kepada orang lain. Ingatlah bahwa pandangan ini belum tentu benar. Sang anak mungkin merasa dirinya hebat padahal bila dibandingkan dengan orang lain, ia tidak ada apa-apanya. Perasaan hebat ini bisa jadi menurun kalau sang anak memperoleh informasi dari orang lain bahwa ada anak yang lebih hebat dari dia.
3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut.
Dengan adanya penilaian bahwa sang anak adalah anak yang hebat, timbul perasaan bangga dan penuh percaya diri.
Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak dicap "nakal", maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya.

POLA DASAR PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun oleh berlandasan
1)      Landasan idiil                                     : pancasila
2)      Landasan kontiitusional                 : undang – undang dasar 1945
3)      Landasan strategis                           : garis-garis besar haulan negara
4)      Landasan historis                             : sumpah pemuda tahun 1928 dan proklamasi kemerdekaan                 17agustus  1945
5)      Landasan normatif                          :etika , tatanilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.

Motivasi dasar pembinaan dan pengembanganmuda bertump;u pada strategis pencapaian tujuan nasional , seperti telah terkandung didalam pembukaan UUD 1945 alinea IV
Atas dasar kenyataan di atas diperlukan penataan kehidupan pemuda karena perlu memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan pembangunan. Hal tersebut mengingat masa depanadalah kepunyaan generasi muda, namun disadari pula bahwa masa depan tidak berdiri sendiri . ia adalah lanjutan generasi sekarang dan masa sekarang adalah hasil masa lampau . Dalam hal ini , maka pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa yang akan datang sebagai mutlak masa kini . kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi – situasi lingkungan. Untuk dapat merelevansikan partisipasinya dalam kegiatan bangsa dan negara . untuk itu pula kualitas kesejahteraan yang membawa nilai – nilai  dasar merupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang   
                Dalam hal ini , pembinaan dan pengembangan generasi muda yang menyangkut dua pengertian pokok :
a)      Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan mengembang adalah mereka yang telah memiliki bekal – bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatanya secara fungsional bersama potensi lainyan dalam rangka kehidupan berbangsa dan kenegara serta membangun nasional
b)      Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan ialah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan – kemampuanya ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang secara fungsional

MASALAH – MASALAH DAN POTE NSI GENERASI MUDA
Berbagai masalah generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain
a)      Dirasa menurun jiwa idealisme , patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarkat termasuk generasi muda.
b)      Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c)        Belum setimbangan antara jumlah generasi muda dengan fasilitas yang tersedia, baik formal maupun non formal.
d)      Kurangnya lapangan kerja /kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambatkan kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta menimbulkan berbagai problem sosial lainya
e)      Kurangya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda.
f)       Masih banyaknya perkawinan di bawahumur, terutama di kalangan daerah perdesaan
g)      Pergaulan bebas yang membahayakan sendi – sendi perkawinan kehidupan keluarga .
h)      Meningkatnya kenakalan remaja termasuk menyalahgunaan narkotika
i)         Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda
Potensi – potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah
j)        Idealisme dan daya kritis
k)      Dinamika dan kreatifitas
l)        Keberanian mengambil resiko
m)    Optimis dan kegairahan semangat
n)      Sikap kemandirian dan disiplin murni
o)      Terdidik
p)      Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
q)      Patriotisme dan nasionalisme
r)       Sikap kesatria
s)       Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi.

TUJUAN SOSIALISASI
Tujuan pokok sosialisasi adalah
-          Individu harus diberi ilmu pengtahuan (keterampilan) yang dibutukan bagi kehidupan kelak di masyarkat
-          Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya
-          Mengendalikan fungsi – fungsi organik yang di pelajari melalui latihan – latihan mawas diri yang tepat.
-          Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat umumnya

UPAYAH PENGEMBANGAN GENERASI MUDA
Sebagaimana uapayah bangsa indonesia untuk mengembangkan potensi tenaga generasi muda agar menjadi inovator – inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi.
Pembinaan sedini mungkin difokuskan kepada angkatan muda pada tingkat smp/sma, dengan cara menyelenggarakan lomba karya ilmiah tingkat nasional oleh  Lembaga Ilmu Pengtahuan Indonesia (LIPI). Minat generasi muda untuk mengikuti lomba karya ilmiah dari berbagai cabang disiplin ilmu ternyata lebih banyak dari perkiraan semula. Setiap tahun perseta lomba karya ilmiah remaja semakin meningkat /bertambah jumlahnya . yang sangat menggebirakan, dalam usia yang cukup belia itu mereka telah mampu menghasilkan karya – karya ilmiah yang cukup membikin kagum para para cendikawan tua
                Pembinaan dan pengembangan potensi –potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi , lebih banyak diarahkan dalam program – programstudi dalam berbagai ragam pendidikan formal. Mereka dibina dan digembleng di laboratorium – laboratorium dan pada kesempatan – kesempatan praktek lapangan
               Kaum muda memang betul – betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakt dan bangsa , oleh karena itu , pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka
               dari beberapa uraian atas , dapat disimpulkan bahwa masa depan sebuah bangsa ada di tangan kita , kita harus menjaga moral dan etika , kita harus berbakti kepada bangsa karena nasib bangsa tergantung pada generasi muda yang nantinya menggantikan generasi masa kini , jangan sampai generasi penerus tersebut merusak moral dan etika , siapa lagi yang menggantikan generasi sekarang kalau bukan generasi penerus . jadi, tugas generasi penerus adalah menjaga etika dan moral , selalu mendekatkan diri pada Tuhan, dan penting tugas sebagai siswa/mahasiswa itu adalah belajar ,.  


daftar referensi :
-          http://wikipedia.org 
-       Sare , yuni & P. Citra.2006, Antropologi SMA/MA Kls XI (Diknas),jakarta:grafisindo